Yogyakarta, www.jogjatv.tv - Aliansi Jurnalis Independen(A-J-I) mengadakan diskusi buku ‘Meraba Indonesia’ pada kamis(04/8)sore di gedung Teresa Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Buku tersebut adalah catatan petualangan Jurnalis muda Ahmad Yunus, yang berkeliling Nusantara selama hampir 1 tahun.
Buku berjudul “Meraba Indonesia” berisi tentang perjalanan 2 orang Jurnalis muda Ahmad Yunus dan Farid Gaban, dalam menjelajah Nusantara dari Sabang sampai Merauke, dari pulau Miangas di ujung Utara hingga pulau Rote di ujung Selatan. Dengan mengendarai sepeda motor Win 100 CC bekas, mereka berpetualang dengan tujuan, mengagumi dan menyelami Indonesia sebagai negeri Bahari.
Selama kurang lebih 300 hari, mereka berdua telah berhasil menjelajah 55 pulau, mewawancarai ratusan orang, serta mendalami berbagai permasalahan yang dihadapi penduduk local. Semua pengalaman selama 300 hari tersebut, dituangkan ke dalam sebuah catatan yang ditulis dengan gaya Jurnalisme Sastrawi, sehingga buku Meraba Indonesia mampu menyajikan detail cerita, namun tetap ringan saat dibaca.
Menurut perwakilan dari A-J-I Bambang Muryanto, buku tersebut sekaligus sebagai sebuah sindiran bagi para Jurnalis lain, bahwa pulau pulau terluar di Indonesia memiliki permasalahan yang perlu diangkat agar diketahui oleh Public
Buku berjudul “Meraba Indonesia” berisi tentang perjalanan 2 orang Jurnalis muda Ahmad Yunus dan Farid Gaban, dalam menjelajah Nusantara dari Sabang sampai Merauke, dari pulau Miangas di ujung Utara hingga pulau Rote di ujung Selatan. Dengan mengendarai sepeda motor Win 100 CC bekas, mereka berpetualang dengan tujuan, mengagumi dan menyelami Indonesia sebagai negeri Bahari.
Selama kurang lebih 300 hari, mereka berdua telah berhasil menjelajah 55 pulau, mewawancarai ratusan orang, serta mendalami berbagai permasalahan yang dihadapi penduduk local. Semua pengalaman selama 300 hari tersebut, dituangkan ke dalam sebuah catatan yang ditulis dengan gaya Jurnalisme Sastrawi, sehingga buku Meraba Indonesia mampu menyajikan detail cerita, namun tetap ringan saat dibaca.
Menurut perwakilan dari A-J-I Bambang Muryanto, buku tersebut sekaligus sebagai sebuah sindiran bagi para Jurnalis lain, bahwa pulau pulau terluar di Indonesia memiliki permasalahan yang perlu diangkat agar diketahui oleh Public

Tidak ada komentar:
Posting Komentar